Posted by : Tukimay Sabtu, 17 Januari 2026


Menjaga kebersihan karpet masjid di bulan biasa mungkin cukup mudah. Namun, tantangannya berbeda drastis saat bulan Ramadhan tiba. Frekuensi penggunaan meningkat berkali-kali lipat. Jejak kaki jamaah yang baru selesai wudhu, keringat saat shalat Tarawih yang panjang, hingga remah-remah makanan saat buka puasa bersama, semua berpotensi membuat karpet menjadi lembap dan berbau apek.

Padahal, aroma karpet sangat mempengaruhi kenyamanan. Karpet yang apek bisa membuat jamaah pusing dan tidak khusyuk. Berikut adalah tips ringkas merawat karpet selama bulan suci:

  1. Vacuum Setiap Hari Jangan menunggu seminggu sekali. Di bulan Ramadhan, debu menumpuk lebih cepat. Lakukan penyedotan debu setiap pagi setelah shalat Subuh atau dhuha.

  2. Atur Sirkulasi Udara Jangan biarkan masjid tertutup rapat terus menerus, terutama jika menggunakan AC. Sesekali buka jendela lebar-lebar di siang hari agar karpet yang lembap bisa "bernafas" dan kering oleh angin alami.

  3. Gunakan Parfum Khusus Karpet Hindari menyemprotkan parfum pakaian yang mengandung alkohol tinggi secara berlebihan karena bisa merusak serat. Gunakan pewangi khusus karpet berbahan dasar air yang disemprotkan secara kabut (mist) agar tidak membasahi lantai.

  4. Penanganan Noda Segera Jika ada tumpahan sirup atau kuah saat berbuka, segera bersihkan saat itu juga (spot cleaning). Jangan tunggu kering karena noda akan menjadi permanen dan merusak pemandangan.

Namun, jika karpet masjid Anda sudah terlalu tua dan seratnya sudah mati sehingga bau apek sulit hilang meski sudah dibersihkan, mungkin peremajaan adalah solusi terbaik. Anda bisa melihat koleksi karpet yang mudah perawatannya di www.furqona.com sebagai referensi pengganti.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © INDAHNYA BERBAGI - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -