Posted by : Tukimay Senin, 19 Januari 2026


Saat memasuki masjid, hal pertama yang mendominasi pandangan mata kita biasanya adalah hamparan karpetnya. Warna karpet sangat menentukan suasana (ambience) sebuah ruangan ibadah. Namun, bagi panitia pembangunan masjid atau donatur, memilih warna karpet bukan sekadar soal selera, tapi juga soal psikologi dan kenyamanan mata jamaah.

Secara umum, ada dua warna yang mendominasi pasar karpet masjid di Indonesia: Hijau dan Merah.

Warna Hijau identik dengan ketenangan, kesejukan, dan sering diasosiasikan dengan warna surga. Warna ini sangat cocok untuk masjid yang ingin menonjolkan kesan adem, terutama di daerah yang bersuhu panas. Hijau membuat mata rileks saat memandang tempat sujud.

Warna Merah (biasanya merah hati atau maroon) memberikan kesan kemewahan, kehangatan, dan keagungan. Warna ini sangat pas dipadukan dengan interior masjid yang memiliki unsur kayu, emas, atau dinding berwarna krem cerah. Karpet merah seringkali membuat masjid terlihat lebih "hidup" dan megah.

Selain warna, motif juga penting. Ada motif polos dan ada yang berbintik atau bermotif pilar. Untuk masjid yang arsitekturnya sudah ramai dengan ornamen kaligrafi dinding, karpet polos lebih disarankan agar tidak "tabrakan" dan membuat pusing. Sebaliknya, jika dinding masjid polos, karpet bermotif bisa menjadi pemanis ruangan.

Bingung menentukan mana yang pas? Anda bisa meminta saran dari ahlinya. Penyedia profesional seperti www.furqona.com biasanya bersedia memberikan konsultasi dan bahkan membawakan sampel potongan karpet ke lokasi agar Anda bisa mencocokkan langsung dengan interior masjid Anda.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © INDAHNYA BERBAGI - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -