Salah satu puncak ibadah di bulan Ramadhan adalah I'tikaf di sepuluh hari terakhir. Jamaah akan berdiam diri di masjid, menghabiskan malam dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an, serta beristirahat (tidur) sejenak di dalam masjid.
Bagi para peserta I'tikaf, kondisi lantai masjid adalah faktor vital. Mengapa? Karena lantai masjid berfungsi ganda: sebagai tempat sujud saat shalat, dan sebagai tempat membaringkan tubuh saat istirahat.
Tidur di lantai yang keras atau hanya beralaskan karpet tipis tentu akan membuat badan pegal-pegal dan kedinginan. Akibatnya, saat bangun untuk Qiyamul Lail (shalat malam), tubuh terasa tidak fit dan ibadah menjadi kurang maksimal. Sebaliknya, karpet masjid yang tebal dan memiliki underlayer (busa) yang baik akan berfungsi layaknya kasur tipis yang nyaman.
Kenyamanan ini bukan tentang memanjakan diri, melainkan strategi agar fisik tetap bugar untuk mengejar Lailatul Qadar.
Bagi pengurus masjid yang rutin menyelenggarakan program I'tikaf, meningkatkan kualitas karpet adalah bentuk pelayanan terbaik kepada Dufurrahman (tamu-tamu Allah). Jika anggaran memungkinkan, pilihlah karpet dengan ketebalan di atas 10mm-14mm. Perbedaan ketebalan beberapa milimeter saja sangat berpengaruh pada kenyamanan punggung saat berbaring. Untuk opsi karpet tebal dengan harga bersaing, Anda bisa mengecek www.furqona.com yang memang didesain untuk kenyamanan jangka panjang.
